Selasa, 12 April 2016

Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental (3.4)

Nama              :           Salsabila Pahala Fijannati
NPM               :           19514959
Kelas               :           2PA08
Mata Kuliah  :           Kesehatan Mental



Abraham Maslow

Konsep Sehat
Orang yang Mengaktualisasikan Diri
Kita didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal yang dibawa sejak lahir, yang tersusun dalam suatu tingkat, dari yang paling kuat sampai kepada yang paling lemah. Kita dapat berpikir tentang tingkat kebutuhan-kebutuhan diri Maslow seperti suatu tangga; kita harus meletakkan kaki pada anak tangga pertama sebelum berusahamencapai anak tangga kedua, dan seterusnya. Dengan cara yang sama juga, kebutuhan yang paling rendah dan paling kuat harus dipuaskan sebelum muncul kebutuhan tingkat kedua dan seterusnya naik tingkat sampai muncul kebutuhan kelima dan yang paling tinggi, aktualisasi diri.
Jadi, prasyarat untuk mencapai aktualisasi-aktualisasi diri ialah memuaskan empat kebutuhan yang berada dalam tingkat yang lebih rendah:
1.         Kebutuhan-kebutuhan fisiologis
2.         Kebutuhan akan rasa aman
3.         Kebutuhan-kebutuhan akan memiliki dan cinta
4.         Kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan
Kebutuhan-kebutuhan ini harus sekurang-kurangnya sebagiannya dipuaskan dalam urutan ini, sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri.


Konsep Pribadi yang Sehat
1.         Kebutuhan Fisiologis
Merupakan kebutuhan yang terkuat dari semua kebutuhan. Apabila suatu kebutuhan yang dipuaskan tidak lagi merupakan kebutuhan, maka kebutuhan-kebutuhan fisiologis memainkan suatu peranan yang minimal dalam kehidupan kita.
2.         Kebutuhan Rasa Aman
Maslow percaya bahwa kita semua membutuhkan sedikit banyak sesuatu yang bersifat rutin dan dapat diramalkan. Untuk pribadi yang sehat, kebutuhan akan rasa aman tidak berlebih-lebihan atau selalu mendesak.
3.         Kebutuhan Rasa Memiliki dan Cinta
Maslow percaya bahwa makin lama makin sulit memuaskan kebutuhan akan memiliki dan cinta karena mobilitas kita. Kebutuhan ini harus dipuaskan dan Maslow berpendapat bahwa kesulitan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut dewasa ini menjelaskan ketenaran yang luar biasa dari aktivitas-aktivitas kelompok seperti komune-komune, sensitivity groups, encounter sessions.
4.         Kebutuhan Rasa Penghargaan (Harga diri)
            Maslow membedakan menjadi dua macam kebutuhan penghargaan.
·   Penghargaan yang berasal dari luar, dapat berdasarkan reputasi, kekaguman, popularitas, prestise atau keberhasilan dalam masyarakat, semua sifat dari bagaimana orang-orang lain berpikir dan bereaksi terhadap kita.
·         Penghargaan yang berasal dari dalam, kita merasa yakin dan aman akan diri kita; kita merasa berharga dan adekuat (serasi, seimbang).
5.         Kebutuhan Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri dapat didefinisikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan pengggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Kita harus menjadi seseorang yang sesuai dengan potensi diri kita.

Meskipun kebutuhan-kebutuhan dalam tingkat yang lebih rendah dipuaskan, kita merasa aman secara fisik dan emosional, mempunyai perasaan memiliki dan cinta serta merta bahwa diri kita adalah individu-individu yang berharga, namun kita akan merasa kecewa, tidak tenang dan tidak puas kalau kita gagal berusaha untuk memuaskan kebutuhan akan aktualisasi diri. Apabila terjadi demikian maka kita tidak akan berada dalam damai dengan diri kita dan tidak bisa dikatakan sehat secara psikologis.


Ciri-ciri Kepribadian
Maslow membicarakan sejumlah sifat khusus yang menggambarkan pengaktualisasi-pengaktualisasi diri.
1.         Mengamati Realitas Secara Efisien
Orang-orang yang sangat sehat mengamati objek-objek dan orang-orang di dunia sekitarnya secara objektif. Mereka tidak memandang dunia hanya sebagaimana mereka inginkan atau butuhkan, tetapi mereka melihatnya sebagaimana adanya. Maslow berpendapat bahwa pengaktualisasi-pengaktualisasi diri adalah hakim-hakim yang teliti terhadap orang lain, mampu menemukan dengan cepat penipuan dan ketidakjujuran.
2.         Penerimaan Umum atas Kodrat, Orang-orang Lain dan Diri Sendiri
3.         Spontanitas, Kesederhanaan, Kewajaran
4.         Fokus pada Masalah-masalah di Luar Diri Mereka
5.         Kebutuhan akan Privasi dan Independensi
6.         Berfungsi secara Otonom
7.         Apresiasi yang Senantiasa Segar
8.         Pengalaman-pengalaman Mistik atau “Puncak”
9.         Minat Sosial
10.       Hubungan Antarpribadi
11.       Struktur Watak Demokratis
12.       Perbedaan antara Sarana dan Tujuan, antara Baik dan Buruk
13.       Perasaan Humor yang Tidak Menimbulkan Permusuhan
14.       Kreativitas
15.       Resistensi terhadap Inkulturasi


Daftar Pustaka:
Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar