Nama : Salsabila
Pahala Fijannati
NPM : 19514959
Kelas : 2PA08
Mata Kuliah : Kesehatan
Mental
Abraham
Maslow
Konsep Sehat
Orang
yang Mengaktualisasikan Diri
Kita
didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal yang dibawa sejak lahir, yang
tersusun dalam suatu tingkat, dari yang paling kuat sampai kepada yang paling
lemah. Kita dapat berpikir tentang tingkat kebutuhan-kebutuhan diri Maslow
seperti suatu tangga; kita harus meletakkan kaki pada anak tangga pertama
sebelum berusahamencapai anak tangga kedua, dan seterusnya. Dengan cara yang
sama juga, kebutuhan yang paling rendah dan paling kuat harus dipuaskan sebelum
muncul kebutuhan tingkat kedua dan seterusnya naik tingkat sampai muncul
kebutuhan kelima dan yang paling tinggi, aktualisasi diri.
Jadi,
prasyarat untuk mencapai aktualisasi-aktualisasi diri ialah memuaskan empat
kebutuhan yang berada dalam tingkat yang lebih rendah:
1. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan-kebutuhan akan memiliki dan
cinta
4. Kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan
Kebutuhan-kebutuhan
ini harus sekurang-kurangnya sebagiannya dipuaskan dalam urutan ini, sebelum
timbul kebutuhan akan aktualisasi diri.
Konsep Pribadi yang
Sehat
1. Kebutuhan Fisiologis
Merupakan
kebutuhan yang terkuat dari semua kebutuhan. Apabila suatu kebutuhan yang
dipuaskan tidak lagi merupakan kebutuhan, maka kebutuhan-kebutuhan fisiologis
memainkan suatu peranan yang minimal dalam kehidupan kita.
2. Kebutuhan Rasa Aman
Maslow
percaya bahwa kita semua membutuhkan sedikit banyak sesuatu yang bersifat rutin
dan dapat diramalkan. Untuk pribadi yang sehat, kebutuhan akan rasa aman tidak
berlebih-lebihan atau selalu mendesak.
3. Kebutuhan Rasa Memiliki dan Cinta
Maslow
percaya bahwa makin lama makin sulit memuaskan kebutuhan akan memiliki dan
cinta karena mobilitas kita. Kebutuhan ini harus dipuaskan dan Maslow
berpendapat bahwa kesulitan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut dewasa
ini menjelaskan ketenaran yang luar biasa dari aktivitas-aktivitas kelompok
seperti komune-komune, sensitivity groups, encounter sessions.
4. Kebutuhan Rasa Penghargaan (Harga diri)
Maslow membedakan menjadi dua macam
kebutuhan penghargaan.
· Penghargaan yang berasal dari luar,
dapat berdasarkan reputasi, kekaguman, popularitas, prestise atau keberhasilan
dalam masyarakat, semua sifat dari bagaimana orang-orang lain berpikir dan
bereaksi terhadap kita.
·
Penghargaan yang berasal dari dalam,
kita merasa yakin dan aman akan diri kita; kita merasa berharga dan adekuat
(serasi, seimbang).
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Aktualisasi
diri dapat didefinisikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan
pengggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Kita
harus menjadi seseorang yang sesuai dengan potensi diri kita.
Meskipun
kebutuhan-kebutuhan dalam tingkat yang lebih rendah dipuaskan, kita merasa aman
secara fisik dan emosional, mempunyai perasaan memiliki dan cinta serta merta
bahwa diri kita adalah individu-individu yang berharga, namun kita akan merasa
kecewa, tidak tenang dan tidak puas kalau kita gagal berusaha untuk memuaskan
kebutuhan akan aktualisasi diri. Apabila terjadi demikian maka kita tidak akan
berada dalam damai dengan diri kita dan tidak bisa dikatakan sehat secara
psikologis.
Ciri-ciri Kepribadian
Maslow
membicarakan sejumlah sifat khusus yang menggambarkan
pengaktualisasi-pengaktualisasi diri.
1. Mengamati Realitas Secara Efisien
Orang-orang
yang sangat sehat mengamati objek-objek dan orang-orang di dunia sekitarnya
secara objektif. Mereka tidak memandang dunia hanya sebagaimana mereka inginkan
atau butuhkan, tetapi mereka melihatnya sebagaimana adanya. Maslow berpendapat
bahwa pengaktualisasi-pengaktualisasi diri adalah hakim-hakim yang teliti
terhadap orang lain, mampu menemukan dengan cepat penipuan dan ketidakjujuran.
2. Penerimaan Umum atas Kodrat,
Orang-orang Lain dan Diri Sendiri
3. Spontanitas, Kesederhanaan, Kewajaran
4. Fokus pada Masalah-masalah di Luar Diri
Mereka
5. Kebutuhan akan Privasi dan Independensi
6. Berfungsi secara Otonom
7. Apresiasi yang Senantiasa Segar
8. Pengalaman-pengalaman Mistik atau
“Puncak”
9. Minat Sosial
10. Hubungan Antarpribadi
11. Struktur Watak Demokratis
12. Perbedaan antara Sarana dan Tujuan,
antara Baik dan Buruk
13. Perasaan Humor yang Tidak Menimbulkan
Permusuhan
14. Kreativitas
15. Resistensi terhadap Inkulturasi
Daftar Pustaka:
Schultz, Duane. 1991. Psikologi
Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar