Minggu, 18 Desember 2016

Tugas Mata Kuliah Psikologi Manajemen (3)

NAMA                       : Salsabila Pahala Fijannati
NPM                          : 19514959
KELAS                     : 3PA08
MATA KULIAH      : Psikologi Manajemen



Pengertian Komunikasi
Sarah Trenholm dan Arthur Jensen mendefinisikan komunikasi demikian : “Komunikasi adalah suatu proses di mana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran.”
Everett M. Rogers dan Lawrence Kincaid menyatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam.


Jenis-jenis Komunikasi
Ada dua jenis komunikasi, yaitu:
1.      Komunikasi verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai alat sehingga komunikasi verbal ini sama artinya dengan komunikasi kebahasaan. Komunikasi kebahasaan dapat dijalin secara lisan dan tulisan.
2.      Komunikasi non verbal
Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa lisan maupun tulisan, tetapi menggunakan bahasa kial (bahasa menggunakan gerak tangan/tubuh sebagai isyarat/lukisan suatu perbuatan, gerakan tersebut mempunyai arti pesan dalam konteks komunikasi), bahasa gambar, dan bahasa sikap. Komunikasi non verbal merupakan proses pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata.


Model Komunikasi Lasswell
Model komunikasi Lasswell merupakan ungkapan verbal berikut ini:
·      Who
·      Says what
·      In which channel
·      To whom
·      With what effect?

Unsur sumber (who) mengundang pertanyaan mengenai pengendalian pesan. Unsur pesan (says what) merupakan bahan untuk analisis isi. Saluran komunikasi (in which channel) menarik untuk mengkaji mengenai analisis media. Unsur penerima (to whom) banyak digunakan untuk studi analisis khalayak. Unsur pengaruh (with what effect) berhubungan erat dengan kajian mengenai efek pesan pada khalayak. Oleh karena itu, model Lasswell banyak diterapkan dalam komunikasi massa.

Kiritk yang muncul terhadap model Lasswell adalah terlalu menekankan pada pengaruh khalayak, yang terkadang mengabaikan faktor umpan balik (feed back). Umpan balik dari khalayak sangat penting bagi komunikator untuk mengetahui apakah pesan memperoleh tanggapan positif, netral atau negatif.





DAFTAR PUSTAKA
Wiryanto. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo.
Uripni, Christina Lia. (2003). Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC.

Selasa, 08 November 2016

Tugas Mata Kuliah Psikologi Manajemen (2.4)

NAMA           :           SALSABILA PAHALA FIJANNATI
NPM               :           19514959
KELAS          :           3PA08


JOB DESCRIPTION & JOB SPECIFICATION : DIREKSI KEUANGAN

Job Description :
·    Mengidentifikasi peluang pendanaan baru dan untuk memimpin dan menangani semua proses pendanaan
·    Mengembangkan dan mengkoordinasikan semua hubungan dengan pinjaman / lembaga keuangan
·    Memantau AR/AP, perbendaharaan, investasi dan pendanaan operasional untuk memastikan arus kas mencukupi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan
·         Menyusun strategi keuangan dan pajak
·         Memantau kinerja keuangan bisnis dan melawan rencana
·         Menyusun model keuangan
·         Mengelola permohonan dana dan proses penganggaran
·         Menerapkan praktik operasional terbaik
·         Mengawasi informasi pengeluaran keuangan
·         Mewakili perusahaan dengan bank investasi dan investor


Job Specification :
·   Kandidat harus memiliki setidaknya gelar Sarjana atau Sarjana / Pasca Sarjana Gelar Master, Keuangan / Akuntansi / Perbankan, Studi Bisnis / Administrasi / Manajemen atau setara
·         Usia 45 – 55 tahun
·         Bahasa yang diperlukan: Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia
·   Setidaknya 12 tahun pengalaman bekerja di bidang terkait diperlukan untuk posisi ini dengan minimal 3 tahun terakhir sebagai direktur
·    Membangun dan mempertahankan hubungan kerja yang positif dengan orang lain baik secara internal dan eksternal untuk mencapai tujuan organisasi.
·  Secara positif mempengaruhi orang lain untuk mencapai hasil yang terbaik dalam kepentingan organisasi
·        Menetapkan prioritas, mengembangkan jadwal kerja, memantau kemajuan menuju tujuan, dan melacak rincian, data, informasi dan kegiatan
·         Pengalaman SAP
·         Pelamar harus bersedia untuk bekerja di Kemayoran

Tugas Mata Kuliah Psikologi Manajemen (2.3)

NAMA           :           SALSABILA PAHALA FIJANNATI
NPM               :           19514959
KELAS          :           3PA08



JOB DESCRIPTION & JOB SPECIFICATION : STORE OPERATIONS


Job Description :
·         Bertanggungjawab untuk mencapai target penjualan
·         Manajemen proses operasional (inventaris, pelayanan kepada pelanggan, dll)
·     Peningkatan kapasitas kemampuan sumber daya manusia dalam rangka untuk mencapai target


Job Specification :
·         Kandidat harus memiliki setidaknya gelar Sarjana, bidang apapun
·         Minimal tiga tahun pengalaman bekerja di perusahaan retail besar di tingkat manajerial
·         Memiliki pengetahuan dan keahlian dalam operasi retail, pemasaran, pengelolaan SDM
·         Berorientasi pada target, kepemimpinan yang kuat, berpikir analitis, komunikatif
·         Penempatan di kota-kota besar di Indonesia


Tugas Mata Kuliah Psikologi Manajemen (2.2)

NAMA           :           SALSABILA PAHALA FIJANNATI
NPM               :           19514959
KELAS          :           3PA08


JOB DESCRIPTION & JOB SPECIFICATION : DIREKSI PEMASARAN

Job Description :
·    Menetapkan target penjualan di seluruh lapisan pasar, dan perencanaan untuk mencapai jumlah penjualan dan menyediakan laporan penjualan mingguan dan perkiraan penjualan bulanan
·         Mengamati pasar, mengetahui tren serta memantau kompetitor utama
·         Periksa kontrak acara dan menentukan harga yang sesuai untuk harga penjualan
·      Melatih, memimpin, mengembangkan dan eksekutif penjualan (termasuk pertemuan tim, one-on-ones, dll) untuk mengembangkan dan melaksanakan strategi perencanaan penjualan yang jelas untuk memenuhi tujuan dan meningkatkan kepuasan klien dan memberikan data tentang prestasi mereka
·  Tidak hanya memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif, tetapi kemampuan untuk memimpin staf dalam pengembangan cara yang inovatif untuk menghasilkan pendapatan dari banyak cetak, kesempatan digital dan interaktif yang tersedia


Job Specification :
·   Kandidat harus memiliki setidaknya gelar Sarjana di Pemasaran, Bisnis, Ekonomi atau bidang terkait (Lebih disukai Pemohon yang mengkhususkan diri dalam Manajemen Hotel / Jasa Pariwisata atau setara).
·         Minimal tiga tahun pengalaman bekerja di bidang terkait diperlukan untuk posisi ini
·    Keterampilan komunikasi lisan dan tertulis baik dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia termasuk kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan internal dan eksternal
·  Interpersonal tangguh, berkomunikasi, kerja sama dan kemampuan presentasi dan kemampuan untuk mengimplementasikan inisiatif dalam tim dan perusahaan serta pelanggan
·     Keterampilan kepemimpinan yang sangat baik dan pengalaman mengelola staf penjualan untuk mencapai tujuan pendapatan dan performa tinggi
·         Keterampilan organisasi dan kemampuan analisa yang sangat baik, termasuk keterampilan PC mahir dalam aplikasi Microsoft Office
·         Pelamar harus bersedia untuk bekerja di Medan untuk posisi full-time

Tugas Mata Kuliah Psikologi Manajemen (2.1)

NAMA           :           SALSABILA PAHALA FIJANNATI
NPM               :           19514959
KELAS          :           3PA08


JOB DESCRIPTION & JOB SPECIFICATION

Pengertian Job Desc & Job Spec
Job Description (Deskripsi Pekerjaan) adalah pernyataan tertulis mengenai tugas, tanggung jawab, hubungan pelaporan, kondisi pekerjaan, metode dan teknik, serta bahan dan peralatan yang digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan.
Job Specification (Spesifikasi Jabatan) adalah suatu pernyataan tertulis mengenai kualifikasi dan karakteristik yang dibutuhkan untuk pekerjaan menurut pendidikan, keterampilan, dan pengalaman.

Perbedaan Job Desc & Job Spec
Job Description (Deskripsi Pekerjaan) menguraikan apa-apa yang harus dikerjakan oleh pemegang jabatan (a profile of the job).
Job Specification (Spesifikasi Jabatan) menguraikan syarat-syarat kemampuan fisik dan mental dari pemegang jabatan (a profile of human characteristics: demographic, competency, psychological).




JOB DESCRIPTION & JOB SPECIFICATION : FINANCE & ACCOUNTING

Job Description :
·         Melakukan penjurnalan, siklus akuntansi dan laporan finance
·         Menyiapkan dokumen ‘payment’ dan dokumen ‘closing’

Job Specification :
·         Pendidikan minimal S1 Akuntansi
·         Pengalaman minimal 1 tahun di finance & accounting
·         Lebih disukai yang mengerti sistem AX03
·         Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
·         Disiplin dan bertanggungjawab


Daftar Pustaka :
Scarborough, N. M., & Zimmerer T. W. 2009. Kewirausahaan Manajemen dan Usaha Kecil. Buku 2. Jakarta : Salemba Empat.
Sirait, Justine T. 2006. Memahami Aspek-aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Kamis, 06 Oktober 2016

Tugas Mata Kuliah Psikologi Manajemen

NAMA           :           SALSABILA PAHALA FIJANNATI
NPM               :           19514959
KELAS          :           3PA08


1.         Sumber Daya Manusia
Menurut Sayuti Hasibuan, Sumber Daya Manusia adalah semua manusia yang terlibat di dalam suatu organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi tersebut.

Jadi, Sumber Daya Manusia adalah orang yang ikut serta dalam organisasi untuk mewujudkan tujuan organisasi itu.

2.         Organisasi
Menurut Barnard dalam buku Wursanto (2005:53) mendefinisikan organisasi adalah suatu sistem usaha bersama antara dua orang atau lebih, sesuatu yang tidak berwujud dan tidak bersifat pribadi, yang sebagian besar mengenai hubungan-hubungan kemanusiaan.
Menurut Atmosudirdjo dalam buku Wursanto (2005:53) mendefinisikan organisasi itu sebagai struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang-orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan yang tertentu.

Jadi, Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri lebih dari 1 orang yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

3.         Kepemimpinan yang Baik dalam Organisasi
Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu. Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:
1. Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.
2. Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
3. Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
4. Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan.
5. Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
6. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
7. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. 
8. Dan sebagainya.


Daftar Pustaka :

Rabu, 27 April 2016

Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental (4)

Nama Anggota          :           DEBBY SANDRA                                        (12514599)
DESTIJANI DWI PUTRIANDINI             (12514784)
FARAH MALANDA                                   (13514936)
FEBRIANA RAMADHANTI                     (14514115)
SALSABILA PAHALA FIJANNATI       (19514959)
Kelas                           :           2PA08


ANALISIS JURNAL
“HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA LAPANGAN BAGIAN PRODUKSI
PT. J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW”

Salah satu hambatan yang berhubungan dengan produktivitas karyawan di suatu perusahaan atau organisasi adalah kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat menimbulkan beberapa keadaan yaitu prestasi kerja yang menurun, fungsi fisiologis motorik dan neural yang menurun, badan terasa tidak enak disamping semangat kerja yang menurun. Selain itu, masalah-masalah sosial kejiwaan di tempat kerja seperti stres ada hubungannya dengan masalah-masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit-penyakit jantung, stroke, kanker yang ditimbulkan oleh masalah hormon, dan sejumlah masalah kesehatan mental.
Untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja lapangan bagian produksi di PT. J Resources Bolaang Mongondow dengan jumlah sampel 145 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa sesudah bekerja, 53,1% pekerja lapangan bagian produksi mengalami tingkat kelelahan ringan dan 46,9% pekerja yang mengalami tingkat kelelahan sedang. Sedangkan untuk stres kerja, 66,2% pekerja lapangan bagian produksi tidak mengalami stres kerja dan 33,8% pekerja yang mengalami stres kerja. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara stres kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja lapangan bagian produksi di PT. J Resources Bolaang Mongondow (p=0,383).
Pada survei ini juga dinyatakan bahwa pekerja laki-laki kehilangan kira-kira 50,8 hari kerja pada setiap tuntutan hak asuransi, sedangkan pekerja wanita kehilangan kira-kira 58,5 hari kerja. Dengan demikian harus diakui bahwa stres akibat kerja merupakan masalah kesehatan kerja yang penting, yang akan menyebabkan penurunan produktikvitas kerja secara bermakna (Harrianto, 2009).

Analisis :
Berdasarkan kilasan jurnal diatas, kami akan menganalisis berdasarkan teori-teori yang ada.Menurut Lazarus & Folkman (1986) stres adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh atau kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai potensial membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Stres juga adalah suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis ( Chapplin, 1999). Stres juga diterangkan sebagai suatu istilah yang digunakan dalam ilmu perilaku dan ilmu alam untuk mengindikasikan situasi atau kondisi fisik, biologis dan psikologis organisme yang memberikan tekanan kepada organisme itu sehingga ia berada diatas ambang batas kekuatan adaptifnya. (McGrath, dan Wedford dalam Arend dkk, 1997).
Menurut Lazarus & Folkman (1986) stres memiliki memiliki tiga bentuk yaitu:
1.  Stimulus, yaitu stres merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stress atau disebut juga dengan stressor. Seperti banyaknya pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dengan cepat dan terus mendapatkan tekanan dari atasan.
2.  Respon, yaitu stres yang merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang muncul dapat secara psikologis, seperti: jantung berdebar, gemetar, pusing, serta respon psikologis seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah tersinggung.
3. Proses, yaitu stres digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara aktif dapat mempengaruhi dampak stres melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun afeksi.

Penyebab Stres atau Stressor
Stressor adalah faktor-faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres. Stressor dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial dan juga muncul pada situasi kerja, dirumah, dalam kehidupan sosial, dan lingkungan luar lainnya. Istilah stressor diperkenalkan pertama kali oleh Selye (dalam Rice, 2002). Menurut Lazarus & Folkman (1986) stressor dapat berwujud atau berbentuk fisik (seperti polusi udara) dan dapat juga berkaitan dengan lingkungan sosial (seperti interaksi sosial). Pikiran dan perasaan individu sendiri yang dianggap sebagai suatu ancaman baik yang nyata maupun imajinasi dapat juga menjadi stressor.
Menurut Lazarus & Cohen (1977), kejadian yang dapat menyebabkan stres yaitu:
·         Daily hassles yaitu kejadian kecil yang terjadi berulang-ulang setiap hari seperti masalah kerja di kantor, sekolah dan sebagainya.
·         Personal stressor yaitu ancaman atau gangguan yang lebih kuat atau kehilangan besar terhadap sesuatu yang terjadi pada level individual seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, masalah keuangan dan masalah pribadi lainnya.
Reaksi terhadap Stres
a.    Aspek Fisiologis
Walter Canon (dalam sarafino, 2006) memberikan deskripsi mengenai bagaimana reaksi tubuh terhadap suatu peristiwa yang mengancam. Ia menyebutkan reaksi tersebut sebagai fight-or-fight response karena respon fisiologis mempersiapkan individu untuk menghadapi atau menghindari situasi yang mengancam tersebut. Fight-or-fight response menyebabkan individu dapat berespon dengan cepat terhadap situasi yang mengancam. Akan tetapi bila arousal yang tinggi terus menerus muncul dapat membahayakan kesehatan individu.
Selye (dalam Sarafino, 2006) mempelajari akibat yang diperoleh bila stressor terus menerus muncul. Ia mengembangkan istilah General Adaptation Syndrome (GAS) yang terdiri atas rangkaian tahapan reaksi fisiologis terhadap stressor yang mempengerahuri stress kerja seperti apa yang ada dalam jurnal ini yaitu:
Ø  Fase Keletihan ( Stage of Exhaustion ) Fase disaat orang sudah tak mampu lagi melakukan perlawanan. Akibat yang parah bila seseorang sampai pada fase ini adalah penyakit yang dapat menyerang bagian – bagian tubuh yang lemah. Seperti halnya sesorang yang stress akibat waktu kerja yang memakan waktu hingga larut malam mengakibatkan seseorang menjadi lelah dan tidak dapat melakukan perlawanan.

b.  Aspek psikologis
Reaksi psikologis terhadap stressor meliputi:
1.    Kognisi.Cohen menyatakan bahwa stres dapat melemahkan ingatan dan perhatian dalam aktifitas kognitif.
2.    Emosi cenderung terkait stres.individu sering menggunakan keadaan emosionalnya untuk mengevaluasi stres dan pengalaman emosional (Maslach, Schachter & Singer, dalam Sarafino, 2006). Reaksi emosional terhadap stres yaitu rasa takut, phobia, kecemasan, depresi, perasaan sedih dan marah.
3.   Perilaku Sosial.Stres dapat mengubah perilaku individu terhadap orang lain. Individu dapat berperilaku menjadi positif dan negatif (dalam Sarafino, 2006). Stres yang diikuti dengan rasa marah menyebabkan perilaku sosial negatif cenderung meningkat sehingga dapat menimbulkan perilaku agresif (Donnerstein & Wilson, dalam Sarafino, 2006). 
Berdasarkan jurnal dan teori diatas dapat kami simpulkan bahwa stress hanya mempengaruhi sebagian kecil terhadap kelelahan kerja. Karna stress kerja lebih terpengaruh terhadap faktor psikologi individu bukan terhadap faktor fisologisnya. Seperti tekanan yang membuat tidak nyaman ditempat kerja. Stress kerja memang sering dialami oleh para pekerja baik laki-laki ataupun perempuan.Stress kerja yang mempengaruhi kelelahan hanya seperti lamanya waktu kerja bukan karna stress akibat tekanan pekerjaan itu sendiri.