Jumat, 25 Maret 2016

Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental (2)



Nama              :           Salsabila Pahala Fijannati
NPM               :           19514959
Kelas               :           2PA08
Mata Kuliah  :           Kesehatan Mental
Kelompok      :           Debby Sandra dan Salsabila Pahala Fijannati


ANALISIS FILM MIRACLE IN CELL NO.7

Sinopsis
Lee Yong Go  adalah seorang laki-laki berusia 40 tahunan yang mengalami cacat mental karena kecerdasannya sangat rendah.Walaupun begitu, Lee Yong Go mempunyai anak perempuan berusia 6 tahun yang cantik dan cerdas bernama Ye Sung.Lee Yong Go yang bekerja sebagai tukang parkir ini sangat sayang pada anak satu-satunya itu.Suatu ketika terjadi peristiwa tragis yang membuat Lee Yong Go dipenjara. Peristiwa tragis itu diawali ketika Ye Sung sangat tertarik dengan tas kuning bergambar Sailor Moon di sebuah toko. Karena belum gajian, Lee Yong Go dan Ye Sung hanya bisa melihat tas itu dari balik kaca etalase toko, Lee Yong Go berjanji akan membelikan tas itu setelah gajian.
Tapi betapa kecewanya Lee Yong Go dan Ye Sung karena tas Sailor Moon itu dibeli seorang anak perempuan bersama orang tuanya. Karena sangat sayang kepada anaknya, Lee Yong Go nekad masuk ke dalam toko dan meminta agar tas Sailor Moon itu tidak jadi dibeli.Tapi malang sekali, ayah dari anak pembeli tas itu adalah seorang Komisaris Jendral Polisi yang sombong dan langsung memukuli Lee Yong Go.Anak Komisaris Jendral polisi yang bernama Ji Yeong ternyata baik hati. Setelah Lee Yong Go gajian, Ji Yeong menemui Lee Yong Go dan menunjukkan toko lain yang juga menjual tas Sailor Moon. Tapi disinilah awalnya petaka karena di perjalanan, Ji Yeong terpeleset dan meninggal dunia.Lee Yong Go dituduh membunuh Ji Yeong karena kening Ji Yeong terluka dan disamping kepalanya ada batu bata sehingga Lee Yong Go dituduh memukul kepala Ji Yeong dengan batu bata padahal batu bata itu jatuh dengan sendirinya di kepala Ji Yeong ketika terjatuh.Lebih parah lagi, sesuai dengan pelajaran yang diterima Lee Yong Go ketika menjalani pelatihan sebagai tukang parkir, cara menyelamatkan orang yang pingsan adalah membuka celana agar pernapasan lebih longgar kemudian memberi pernapasan buatan dari mulut ke mulut. Karena itulah, Lee Yong Go dituduh selain membunuh juga memperkosa Ji Yeong.Karena kecerdasannya sangat rendah, Lee Yong Go tidak bisa membuat pernyataan yang bisa membela dirinya. Lebih celaka lagi, ayah Ji Yeong ternyata bukan hanya seorang Komisaris Jendral Polisi yang sombong tapi juga jahat dan kejam. Dengan kekerasan, ayah Ji Yeong memaksa Lee Yong Go untuk mengaku bahwa ia memang telah membunuh dan memperkosa Ji Yeong untuk balas dendam karena pernah dipukuli di toko. Si Komisaris jendral itu mengancam akan membunuh Ye Sung jika Lee Yong Go tidak menuruti perintahnya.Karena sangat sayang pada Ye Sung, Lee Yong Go terpaksa menuruti perintah ayah Ji Yeong walaupun akibatnya di pengadilan ia divonis hukuman mati. Lee Yong Go dipenjara di sel nomor 7 yang merupakan penjara untuk narapidana-narapidana kelas kakap dan berbahaya.Sudah menjadi budaya para narapidana di seluruh dunia bahwa jenis narapidana yang paling dibenci oleh narapidana lainnya adalah pemerkosa apalagi yang diperkosa adalah anak-anak. Akibatnya Lee Yong Go langsung dihajar sampai babak belur oleh 5 narapidana lain di sel nomor 7 dan terus dimusuhi.Ye Sung ketahuan juga oleh para sipir akibatnya Ye Sung dikembalikan ke panti asuhan dan Lee Yong Go dipindahkan ke sel lain yang lebih sempit dan tidak nyaman.
Selanjutnya terjadi hal yang terduga karena Kepala Penjara yang terkenal galak yaituJang Min Hwan juga berbalik menjadi sahabat Lee Yong Go. Hal itu disebabkan karena Lee Yong Go berhasil menyelamatkan Jang Min Hwan ketika terjadi kebakaran di penjara.
Berkat Jang Min Hwang sang kepala penjara, Ye Sung bisa datang ke sel nomor 7 kapan saja. Tidak hanya itu, Jang Min Hwang bersama kelima sahabat penjara Lee Yong Go berusaha agar Lee Yong Go bisa bebas dari dakwaan palsu yang membuatnya divonis hukuman mati. Bahkan Jang Min Hwang nekad menghadap Komisaris Jendral Polisi yang anaknya diduga diperkosa dan dibunuh oleh Lee Yong Go.  Jang Min Hwang  mengajukan permohonan agar dilakukan persidangan ulang bagi Lee Yong Go karena memang belum ditemukan bukti kuat bahwa Lee Yong Go telah membunuh dan memperkosa.
Perjuangan Jang Min Hwang berhasil karena disetujui untuk dilakukan persidangan ulang bagi Lee Yong Go.Tapi semua jerih payah Jang Min Hwang dan kelima sahabat penjara Lee Yong Go sia-sia belaka karena sang komisaris jendral polisi ternyata tetap tidak mau melepaskan Lee Yong Go, dengan liciknya ia berkonspirasi dengan pengacara pembela Lee Yong Go. Pengacara Lee Yong Go malah mengintimidasi agar Lee Yong Go tetap mengaku sebagai pembunuh dan pemerkosa Ji Yeong atau Ye Sung akan dibunuh.
Karena kawatir dengan keselamatan Ye Sung yang sangat dicintainya itu, maka di pengadilannya yang kedua, Lee Yong Go terpaksa kembali mengaku bahwa ia memang membunuh dan memperkosa Ji Yeong. Akibatnya Lee Yong Go tetap divonis hukuman mati dan eksesuksinya akan dilaksanakan tanggal 23 Desember.Kelima sahabat penjara Lee Yong Go tetap tidak menyerah. Karena Lee Yong Go tetap divonis mati, mereka berusaha mengeluarkan Lee Yong Gu dari penjara dengan balon terbang. Sayang sekali walaupun sudah didukung oleh seluruh narapidana tapi usaha kelima sahabat Lee Yong Go itu gagal karena balon gasnya tersangkut dipagar penjara.Tibalah saatnya Lee Yong Gu dieksekusi tanggal 23 Desember. Suasana sebelum eksekusi sangat mengharukan karena Lee Yong Gu dan Ye Sung menangis meraung-raung tapi tidak ada yang bisa menolongnya karena sudah dua kali diadakan pengadilan dan Lee Yong Gu mengaku bahwa ia telah membunuh dan memperkosa Ji Yeong.Akhirnya Lee Yong Gu tewas dieksekusi.
Akhirnya diadakan pengadilan ulang dan Ye Sung berjuang mati-matian dengan dibantu oleh kelima sahabat penjara ayahnya.Kelima sahabat Lee Yong Gu itu bukan lagi narapidana dan sudah bertobat menjadi orang baik-baik, bahkan  So Yang Ho menjadi pendeta.Dengan dibantu kelima sahabat Lee Yong Gu, akhirnya Ye Sung menang di pengadilan dan hakim memutuskan bahwa Lee Yong Gu tidak bersalah.Akhirnya Ye Sung bisa membuktikan walaupun ayahnya yang sudah almarhum itu bodoh tapi ia bukan pembunuh dan pemerkosa anak-anak.


Berikut analisis kami dari sisi bidang psikologi.
Dalam kalimat pertama sinopsis film disebutkan Lee Yong Go  adalah seorang laki-laki berusia 40 tahunan yang mengalami cacat mental karena kecerdasannya sangat rendah dan mempunyai keterbatasan fisik yaitu tidak bisa berbicara.Kita akan membahas tentang kesehatan mental dan keterbatasan fisik yang tersebut.
 Menurut White (1977), sehat adalah suatu keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan.
Ø  Didalam konsep sehat terdapat komponen dimensi sehat baik secara fisik , emosi (EQ), intelektual (IQ), spritual (SQ) dan sosial.Didalam film ini telah dipaparkan Lee Yong Go  adalah seorang laki-laki berusia 40 tahunan yang mengalami cacat mental karena kecerdasannya sangat rendah. Dimana dimensi sehat secara intelektual (IQ). Kesehatan intelektual meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi secara efektif dengan perubahan baru. Bagaimana seseorang berfikir, wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangnnya. Dikatakan sehat  secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan.

Ø  Dimensi sehat secara emosi (EQ) Emosional merupakan hasil campur dari rasa takut, gelisah, marah, sedih, senang. Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kesetabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih atau senang) secara tidak berlebihan. Dalam film ini seorang ayanh yang memiliki keterbatasan ini memiliki rasa takut dan rasa gelisah secara berlebihan dimana disebutkan dia amat sangat takut dan gelisah saat harus mengaku menjadi pembunuh karna diancam akan membunuh anak kesayangannya dan akhirnya ia pun harus terpaksa mengakuinya.

Ø  Berikut lebih jelasnya kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa (neurosis dan psikosis).Pengertian ini terelihat sempit, karena yang dimaksud dengan orang yang sehat mentalnya adalah mereka yang tidak terganggu dan berpenyakit jiwanya. Namun demikian, pengertian ini banyak mendapat sambutan dari kalangan psikiatri (Sururin,2004: 142)Kembali pada istilah neorosis, pada awalnya kata tersebut berarti ketidak normalan dalam susunan syaraf. Namun, setelah para ahli penyakit dan ahli psikologi menyadari bahwa ketidakberesan tingkah laku tersebut tidak hanya disebabkan oleh ketidakberesan susunan syaraf, tetapi juga dipengaruhi oleh sikap seseorang terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, maka aspek mental (psikologi) dimasukkan pula dalam istilah tersebut.
Ø  Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup. Pengertian ini lebih luas dan umum, karena telah dihubungkan dengan kehidupan sosial secara menyeluruh. Dengan kemampuan penyesuaian diri, diharapkan akan menimbulkan ketentraman dan kebahagiaan hidup.Dalam film tersebut ayah kurang dapat menyesuaikan diri dengan orang lain dimana selalu terlihat tertutup dan jarang bersosialisasi.
Ø  Avoidant : gangguan kepribadian-takut mengambil risiko, mudah tertipu, hiper-sensitif, menghindari segala sesuatu yang mencakup interaksi sosial.
Ø  Menurut Fromn kepribadian sehat adalah yang memiliki orientasi produktif.
Ø  Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan :
Hubungan
Seseorang dapat berusaha untuk bersatu dengan dunia dengan bersikap tunduk kepada orang lain, kepada suatu kelompok, atau kepada sesuatu yang ideal. Dengan menundukan diri, orang tidak lagi sendirian, tetapi menjadi milik dari seseorang atau sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.


Trasendensi
Fromm percaya bahwa dalam perbuatan menciptakan (anak-anak, ide-ide, kesenian, atau barang-barang material) manusia mengatasi kodrat eksistensi yang pasif dan aksidental, dengan demikian mencapai suatu perasaan akan maksud dan kebebasan.  Berakar
Cara yang ideal adalah membangun suatu perasaan persaudaraan dengan sesama manusia, suatu perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. Perasaan solidaritas dengan orang-orang lain ini memuaskan kebutuhan untuk berakar, untuk berkoneksi da berhubungan dengan dunia.
 Perasaan identitas
Manusia juga membutuhkan suatu perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu identitas yang menempatkannya terpisah dari orang-orang lain dalam hal perasannya tentang dia, siapa dan apa.
 Kerangka orientasi
Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah pikiran, yakni sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan suatu gambaran realistis yang objektif tentang dunia.
Ø  Menurut Allport manusia sehat adalah manusia yang mencapai kematangan.
Ø  Menurut Horney manusia sehat adalah yang mampu mengalahkan kecemasan dan kebutuhan neurotiknya.
Ø  Menurut Carl Rogers orang yang sehat adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Aktualisasi diri terjadi berkesinambungan, tidak statis. Aktualisasi diri adalah suatu proses yang sulit dan terkadang menyakitkan. Berkembangnya konsep diri yang sehat tergantung dari pengalman masa kecil anak akan pnerimaan dan cinta kasih (ibu).Aktualisasi diri bukanlah merupakan keadaan yang menetap, melainkan suatu proses yang kontinu. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang yang mengaktualisasikan diri tidaklah berbahagia di setiap masanya. Kebahagiaan itu akan timbul sebagai efek dari aktualisasi diri ini. Orang yang mengaktualisasikan diri adalah benar-benar diri mereka sendiri dan tidak bersembunyi di balik topeng ataupun menyembunyikan sebagian dari dirinya.
Ø  Menurut Maslow manusia sehat adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan.
Menurut Maslow, setiap individu memiliki potensi untuk berkembang (Personal growth). Dalam menjelaskan kebutuhan manusia, Maslow membntuk hirarki kebutuhan menjadi:
1.      Kebutuhan Fisiologis
Dalam film tersebut kebutuhan fisiologisnya belum terpenuhi karna keterbelakangan mental ayah tersebut mempunyai kesulitan untuk berbicara.
2.      Kebutuhan Rasa aman
Dalam film tersebut sang ayah tidak terpenuhi kebutuhan rasa amannya karna terus dihantui oleh kasus yang dituduhkan padanya hingga ia harus dengan terpaksa mengaku untuk menjadi tersangka untuk melindungi keamanan anaknya yang akan diancam dibunuh.
3.      Kebutuhan Kasih sayang
Sang ayah terlalu dipojokan atau dikucilkan karna keterbelakangan mentalnya.tapi ia sangat menyanyangi anaknya tersebut.
4.      Kebutuhan Penghargaan
Sang ayah merasa tidak dihargai karna keterbelakangan mentalnya buktinya dia hanya seorang tukang parkir yang hanya mengikuti tuduhan sang komisaris jendral.
5.      Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri sudah dibahas seperti apa yang diungkapkan dalam teori Carl Rogers.

Ø  Pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal. Potensi organisme, jika bisa terkuak di lingkungan yang tepat, akan menghasilkan kepribadian yang sehat dan integral.

Ø  Menurut Jung, Manusia sehat adalah:
1. Memiliki integritas diri sebagai pengungkapan diri.
2. Mampu menerima apa yang tidak diketahui.
3. Memiliki kepribadian yang universal.

Ø  Menurut Victor Frankl, pribadi sehat adalah pribadi yang mampu menentukan makna hidup. Frankl menentang teori tntang kondisi manusia yang ditentukan dari isntink biologis dan konflik masa lalu melainkan tergantung dari kebebasan individu dalam menentukan pilihan.
Kita telah membahas teori-teori yang berhubungan dalam film Miracle in cell no.7 yang mana garis besarnya adalah seorang ayah yang mempunyai cacat mental karena kecerdasannya sangat rendah yang tidak diperlakukan semestinya. Kita telah memaparkan teori tokoh dalam bidang psikologi dan memasukkannya dalam hubungan dengan film tersebut.Setelah kita mempelajarinya kita harus tahu juga cara penyembuhannya. Berikut ini salah satu cara penanganannya yaitu dengan Terapi.
Ø  Terapi kesehatan mental adalah cara untuk membantu Anda memahami diri Anda sendiri lebih baik dan untuk mengatasi lebih baik. Berada dalam terapi bukan berarti Anda gila. Semua orang memiliki masalah. Terapi adalah salah satu cara untuk membantu diri Anda sendiri dengan masalah Anda.Beberapa masalah yang dapat dibantu dengan terapi meliputi:
Depresi
Kegelisahan
penyalahgunaan obat atau alkohol
gangguan makan
masalah tidur
kemarahan
kesedihan
Ada berbagai jenis terapi kesehatan mental. Salah satu jenis terapi mungkin bekerja terbaik bagi anda, seperti terapi bermain untuk anak-anak kecil, atau terapi keluarga untuk konflik keluarga. Jenis terapi yang terbaik untuk tergantung pada apa yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Biofeedback. Ini jenis terapi dapat membantu Anda belajar untuk mengontrol fungsi tubuh seperti ketegangan otot atau pola gelombang otak,. Biofeedback dapat membantu dengan ketegangan, kecemasan dan gejala-gejala fisik seperti sakit kepala.

Cognitive Therapy. Ini jenis terapi mengambil pendekatan yang bagaimana Anda berpikir mempengaruhi bagaimana Anda merasa dan berperilaku. Terapi ini membantu Anda mengetahui cara-cara yang tidak sehat berpikir yang membuat Anda terjebak. Anda belajar untuk mengidentifikasi pikiran negatif otomatis seperti:
  • “Saya tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar”
  • “Dunia selalu melawan aku”
  • “Jika saya tidak berhasil semua kali saya gagal.”
Anda belajar cara mengubah pikiran Anda dan ini dapat menyebabkan perilaku berubah. Hal ini juga dapat meningkatkan harga diri dan percaya diri.-Perilaku Terapi kognitif perilaku dan metode menggabungkan terapi kognitif.

Terapi Farmakologi (Obat). Obat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mental. Mereka mungkin akan ditentukan oleh psikiater atau penyedia layanan kesehatan Anda. Operator Anda akan bekerja dengan Anda untuk hati-hati memilih obat yang tepat untuk Anda. Ada banyak jenis obat-obatan psikiatri.
  • Antipsikotik dapat membantu dengan psikosis atau kondisi lainnya.
  • Mood stabilizer dapat digunakan untuk mengobati masalah mood seperti gangguan bipolar.
  • Antidepresan dapat membantu dengan depresi atau kecemasan.
  • obat Antianxiety mungkin diresepkan untuk mengobati gangguan kecemasan.
Obat yang tepat dapat meningkatkan gejala sehingga jenis pengobatan lain lebih efektif. Obat-obatan juga dapat digunakan sendiri.

Terapi Psychoeducational. Ini jenis terapi melibatkan ajaran terapis bukan klien berbicara. Anda dapat belajar tentang gangguan, pilihan pengobatan, dan bagaimana mengatasi gejala. Therapist dapat memberi Anda informasi yang bermanfaat atau dapat membantu Anda belajar keterampilan yang berbeda. Mereka bekerja dengan individu dan kelompok.

Terapi relaksasi. Cara Belajar untuk bersantai dapat membantu untuk mengurangi kecemasan dan stres. Yoga dan meditasi juga dapat membantu.

Yang diatas hanya beberapa macam terapi saja yaa, masih banyak macam-macam jenis terapi 

Kamis, 10 Maret 2016

Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental (1)

Nama                    : Salsabila Pahala Fijannati
NPM                     : 19514959
Kelas                     : 2PA08
Mata Kuliah        : Kesehatan Mental

Pengertian Konsep Sehat
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).
Menurut UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa:
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur – unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya.

Konsep Sehat Menurut Dimensi
1. Dimensi Emosi, yaitu dimensi yang melihat dari bagaimana reaksi emosinya seperti menangis, sedih, bahagia, depresi, optimis. Kesehatan Emosional/Afektif dilihat dari kemampuan mengenal emosi dan mengekspresikan emosi tersebut secara tepat.

2. Dimensi Intelektual, yaitu dimensi yang melihat bagaimana seseorang berfikir dilihat dari wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangnnya. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.

3. Dimensi Sosial, yaitu dimensi yang melihat dari tingkah laku manusia dalam kelompok sosial, keluarga dan sesama lainnya serta penerimaan norma sosial dan pengendalian tingkah laku. Kesehatan Sosial dapat dilihat dari kemampuan untuk membuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain, perilaku kehidupan dalam masyarakat. Kesehatan sosial dapat dilihat juga dari kemampuan untuk memelihara dan memajukan kehidupan pribadi dan keluarganya sehingga memungkinkan bekerja, beristirahat dan menikmati hiburan pada waktunya (UU No 9: pasal 3). Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial,ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai. Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.

4. Dimensi Fisik, merupakan dimensi yang dapat ditelaah secara langsung atau memiliki dimensi yang paling nyata. Kesehatan fisik dapat dilihat dari kemampuan mekanistik dari tubuh. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan. Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.

5. Dimensi Spiritual, dilihat dari kepercayaan dan praktek keagamaan. Kesehatan spiritual dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam mencapai kedamaian hati.
Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa misalnya dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

Kesimpulannya, dimensi-dimensi kesehatan tersebut memiliki peran masing-masing dan saling berhubungan serta memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, masing-masing dimensi tersebut harus saling melengkapi satu sama lain.