Nama : Salsabila
Pahala Fijannati
NPM : 19514959
Kelas : 2PA08
Mata Kuliah : Kesehatan
Mental
Gordon
Willard Allport
Konsep Sehat
Orang
yang Matang
Allport
berpendapat bahwa kepribadian yang sehat tidak dibimbing oleh kekuatan-kekuatan
tak sadar atau pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Menurut Allport,
motif-motif seorang dewasa bukan perpanjangan atau perluasan motif-motif masa
kanak-kanak. Motif-motif orang dewasa secara fungsional otonom terhadap masa
kanak-kanak, yakni motif-motif itu tidak tergantung pada keadaan-keadaan asli,
otonom sama seperti pohon yang sudah tumbuh dengan sempurna dari bijinya yang
pernah memberinya makanan. Kita tidak didorong dari belakang oleh
kekuatan-kekuatan pendorong dengan akar-akar pada masa lampau. Malahan kita
didorong lebih dahulu oleh rencana-rencana atau intensi-intensi kita untuk masa
depan.
Allport
menunjukkan bahwa orang yang sehat ingin lebih banyak daripada reduksi tegangan
hidup. Manusia yang sehat memiliki kebutuhan terus menerus akan variasi akan
sensasi-sensasi dan tantangan-tantangan baru. Allport percaya bahwa hanya
melalui pengalaman-pengalaman dan risiko-risiko yang menimbulkan tegangan baru
ini manusia dapat bertumbuh.
Konsep Pribadi yang
Sehat
Konsep
"diri" (self) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap
pembicaraan tentang kepribadian yang sehat. Baik kata maupun konsep tersebut
tampaknya sederhana sampai kita mulai memeriksa bermacam-macam cara bagaimana
ahli-ahli teori kepribadian berusaha menjelaskan sifat dan fungsinya.
Proprium
menunjuk kepada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang. Itu
berarti bahwa proprium terdiri dari hal-hal atau proses-proses yang penting dan
bersifat pribadi bagi seorang individu, segi-segi yang menentukan seseorang
sebagai yang unik.
Proprium
itu berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkat
"diri". Apabila semua segi perkembangan telah muncul sepenuhnya, maka
segi-segi tersebut dipersatukan dalam satu konsep proprium. Jadi proprium
adalah susunan dari tujuh tingkat "diri" ini. Munculnya proprium merupakan
suatu prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat.
Ciri-ciri Kepribadian
Tujuh
kriteria kematangan ini merupakan pandangan-pandangan Allport tentang
sifat-sifat khusus dari kepribadian sehat:
1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika
diri berkembang, maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Ketika
orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatia-perhatian di luar diri.
Semakin seseorang terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas atau orang atau
ide, maka semakin juga dia akan sehat secara psikologis. Diri menjadi tertanam
dalam aktivitas-aktivitas ini menjadi perluasan perasaan diri.
2. Hubungan Diri yang Hangat dengan
Orang-orang Lain
Allport
membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain:
kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu.
Orang
yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap
orangtua, anak, partner, teman akrab.
Perasaan
terharu, tipe kehangatan yang kedua adalah suatu pemahaman tentang kondisi
dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat
memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan,
ketakutan-ketakutan, dan kegagalan-kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia.
3. Keamanan Emosional
Sifat dari kepribadian yang sehat
ini meliputi beberapa kualitas:
·
Kualitas utama adalah penerimaan diri
·
Mampu menerima emosi-emosi manusia
·
“Sabar terhadap kekecewaan”
Orang-orang
yang matang tidak dapat begitu sabar terhadap kekecewaan, tidak dapat begitu
menerima diri, atau tidak dapat begitu banyak mengontrol emosi mereka, jika
mereka tidak merasakan suatu perasaan dasar akan kenyamanan.
Orang-orang
yang sehat tidak bebas dari perasaan-perasaan tidak aman dan ketakutan-ketakutan,
tetapi mereka merasa kurang terancam dan dapat menanggulangi perasaan-perasaan
tersebut dengan lebih baik daripada orang-orang yang neurotis.
4. Persepsi Realistis
Orang-orang
yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Orang-orang yang sehat tidak
perlu percaya bahwa orang-orang lain atau situasi-situasi semuanya jahat atau
semuanya baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realitas. Mereka
menerima realitas sebagaimana adanya.
5. Keterampilan-keterampilan dan
Tugas-tugas
Allport
menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di
dalamnya. Allport mengemukakan bahwa ada kemungkinan orang-orang yang memiliki
keterampilan-keterampilan menjadi neurotis. Akan tetapi tidak mungkin menemukan
orang-orang yang sehat dan matang yang tidak mengarahkan keterampilan mereka
pada pekerjaan mereka. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan
perasaan kontinuitas untuk hidup.
6. Pemahaman Diri
Kriterium
ini terkandung dalam petunjuk lama “Kenallah dirimu”, tentu merupakan tugas
yang sulit. Kepribadian yang sehat mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang
lebih tinggi daripada orang-orang yang neurotis. Allport juga mengemukakan
bahwa orang yang memiliki pemahaman diri yang lebih baik adalah lebih cerdas
daripada orang yang memiliki wawasan diri yang kurang.
7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Orang-orang
yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana-rencana
jangka panjang. Allport menyebut dorongan yang mempersatukan ini “arah”, dan
lebih kelihatan pada kepribadian-kepribadian yang sehat daripada orang-orang
yang neurotis.
Daftar
Pustaka:
Schultz, Duane. 1991. Psikologi
Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar