Senin, 11 April 2016

Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental (3.1)

Nama              :           Salsabila Pahala Fijannati
NPM               :           19514959
Kelas               :           2PA08
Mata Kuliah  :           Kesehatan Mental


Gordon Willard Allport


Konsep Sehat
Orang yang Matang
Allport berpendapat bahwa kepribadian yang sehat tidak dibimbing oleh kekuatan-kekuatan tak sadar atau pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Menurut Allport, motif-motif seorang dewasa bukan perpanjangan atau perluasan motif-motif masa kanak-kanak. Motif-motif orang dewasa secara fungsional otonom terhadap masa kanak-kanak, yakni motif-motif itu tidak tergantung pada keadaan-keadaan asli, otonom sama seperti pohon yang sudah tumbuh dengan sempurna dari bijinya yang pernah memberinya makanan. Kita tidak didorong dari belakang oleh kekuatan-kekuatan pendorong dengan akar-akar pada masa lampau. Malahan kita didorong lebih dahulu oleh rencana-rencana atau intensi-intensi kita untuk masa depan.
Allport menunjukkan bahwa orang yang sehat ingin lebih banyak daripada reduksi tegangan hidup. Manusia yang sehat memiliki kebutuhan terus menerus akan variasi akan sensasi-sensasi dan tantangan-tantangan baru. Allport percaya bahwa hanya melalui pengalaman-pengalaman dan risiko-risiko yang menimbulkan tegangan baru ini manusia dapat bertumbuh.


Konsep Pribadi yang Sehat
Konsep "diri" (self) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian yang sehat. Baik kata maupun konsep tersebut tampaknya sederhana sampai kita mulai memeriksa bermacam-macam cara bagaimana ahli-ahli teori kepribadian berusaha menjelaskan sifat dan fungsinya.
Proprium menunjuk kepada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang. Itu berarti bahwa proprium terdiri dari hal-hal atau proses-proses yang penting dan bersifat pribadi bagi seorang individu, segi-segi yang menentukan seseorang sebagai yang unik.
Proprium itu berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkat "diri". Apabila semua segi perkembangan telah muncul sepenuhnya, maka segi-segi tersebut dipersatukan dalam satu konsep proprium. Jadi proprium adalah susunan dari tujuh tingkat "diri" ini. Munculnya proprium merupakan suatu prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat.


Ciri-ciri Kepribadian
Tujuh kriteria kematangan ini merupakan pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian sehat:
1.         Perluasan Perasaan Diri
Ketika diri berkembang, maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Ketika orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatia-perhatian di luar diri. Semakin seseorang terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas atau orang atau ide, maka semakin juga dia akan sehat secara psikologis. Diri menjadi tertanam dalam aktivitas-aktivitas ini menjadi perluasan perasaan diri.

2.         Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain: kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu.
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orangtua, anak, partner, teman akrab.
Perasaan terharu, tipe kehangatan yang kedua adalah suatu pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, ketakutan-ketakutan, dan kegagalan-kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia.

3.         Keamanan Emosional
            Sifat dari kepribadian yang sehat ini meliputi beberapa kualitas:
·         Kualitas utama adalah penerimaan diri
·         Mampu menerima emosi-emosi manusia
·         “Sabar terhadap kekecewaan”
Orang-orang yang matang tidak dapat begitu sabar terhadap kekecewaan, tidak dapat begitu menerima diri, atau tidak dapat begitu banyak mengontrol emosi mereka, jika mereka tidak merasakan suatu perasaan dasar akan kenyamanan.
Orang-orang yang sehat tidak bebas dari perasaan-perasaan tidak aman dan ketakutan-ketakutan, tetapi mereka merasa kurang terancam dan dapat menanggulangi perasaan-perasaan tersebut dengan lebih baik daripada orang-orang yang neurotis.

4.         Persepsi Realistis
Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Orang-orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang-orang lain atau situasi-situasi semuanya jahat atau semuanya baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realitas. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya.

5.         Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di dalamnya. Allport mengemukakan bahwa ada kemungkinan orang-orang yang memiliki keterampilan-keterampilan menjadi neurotis. Akan tetapi tidak mungkin menemukan orang-orang yang sehat dan matang yang tidak mengarahkan keterampilan mereka pada pekerjaan mereka. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup.

6.         Pemahaman Diri
Kriterium ini terkandung dalam petunjuk lama “Kenallah dirimu”, tentu merupakan tugas yang sulit. Kepribadian yang sehat mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang yang neurotis. Allport juga mengemukakan bahwa orang yang memiliki pemahaman diri yang lebih baik adalah lebih cerdas daripada orang yang memiliki wawasan diri yang kurang.

7.         Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Orang-orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana-rencana jangka panjang. Allport menyebut dorongan yang mempersatukan ini “arah”, dan lebih kelihatan pada kepribadian-kepribadian yang sehat daripada orang-orang yang neurotis.  


Daftar Pustaka:
Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar