Nama : Salsabila Pahala Fijannati
NPM : 19514959
Kelas : 2PA08
Mata Kuliah : Kesehatan Mental
Pengertian Konsep
Sehat
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan
bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta
tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).
Menurut UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
menyatakan bahwa:
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur – unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur – unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan
seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha
mempengaruhinya.
Konsep Sehat Menurut Dimensi
1. Dimensi Emosi, yaitu
dimensi yang melihat dari bagaimana reaksi emosinya
seperti menangis, sedih, bahagia, depresi, optimis. Kesehatan Emosional/Afektif dilihat dari kemampuan mengenal emosi dan
mengekspresikan emosi tersebut secara tepat.
2. Dimensi Intelektual, yaitu dimensi yang melihat bagaimana seseorang
berfikir dilihat dari wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan
pertimbangnnya. Pikiran sehat tercermin dari cara
berpikir atau jalan pikiran.
3.
Dimensi
Sosial, yaitu dimensi yang melihat dari tingkah laku manusia dalam kelompok sosial, keluarga dan sesama lainnya serta penerimaan
norma sosial dan pengendalian tingkah laku. Kesehatan Sosial dapat dilihat dari kemampuan
untuk membuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain, perilaku kehidupan
dalam masyarakat. Kesehatan sosial dapat dilihat juga dari kemampuan untuk memelihara
dan memajukan kehidupan pribadi dan keluarganya sehingga memungkinkan bekerja,
beristirahat dan menikmati hiburan pada waktunya (UU No 9: pasal 3). Kesehatan
sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau
kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan,
status sosial,ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai. Dalam arti
yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa
perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam
kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu
menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.
4.
Dimensi
Fisik, merupakan dimensi yang
dapat ditelaah secara langsung atau memiliki dimensi yang paling nyata.
Kesehatan fisik dapat dilihat dari kemampuan mekanistik dari tubuh. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh
sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit.
Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan. Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti
sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata
bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas
tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi
tubuh berjalan normal.
5. Dimensi Spiritual, dilihat dari kepercayaan dan praktek keagamaan. Kesehatan spiritual dapat
dilihat dari kemampuan seseorang dalam mencapai kedamaian hati.
Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa misalnya dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa misalnya dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
Kesimpulannya, dimensi-dimensi kesehatan tersebut memiliki peran
masing-masing dan saling berhubungan serta memiliki peran penting dalam
kehidupan manusia. Oleh karena itu, masing-masing dimensi tersebut harus saling
melengkapi satu sama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar